Corona Tuntut Penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru di Desa

Seiring dengan meningkatnya jumlah warga desa yang terpapar virus Corona, upaya peningkatan kewaspadaan terhadap Pandemi Coronavirus Disease Covid-19 terus digaungkan berbagai pihak. Hal ini juga tak luput dari perhatian masyarakat dan pemerintahan desa. 

Penerapan adaptasi kebiasaan baru menjadi satu-satunya cara menghambat laju serta memutus rantai penularan Covid-19. Adaptasi kebiasaan baru perlu diterapkan selama obat maupun vaksin virus covid-19 masih diupayakan berbagai pihak.

Adaptasi-kebiasaan-baru-dalam-kegiatan-tradisi-desa
Adaptasi kebiasaan baru dalam acara adat tradisi pernikahan di desa | superdesa.info

Adaptasi kebiasaan baru dilakukan disetiap aspek kehidupan masyarakat di desa. Kegiatan sosial kemasyarakatan, budaya, keagamaan, serta kegiatan non formal lainnya dikemas menyesuaikan protokol kesehatan dan pencegahan penyebaran covid-19. 

Kegiatan sosial kemasyarakatan seperti hajatan, pertemuan RT, dasawisma, gotong royong, bakti sosial, Posyandu juga kegiatan-kegiatan keagamaan seperti majelis pengajian, jama'ah sholat, majelis dzikir, sholawat, yang memang sangat dekat dan menjadi ciri khas warga desa, semua dikemas dengan memperhatikan protokol kesehatan. 

Tantangan penerapan adaptasi kebiasaan baru di desa

  1. Adanya penyebarluasan teori konspirasi covid-19 secara meluas via media sosial oleh pihak-pihak tertentu. Sehingga mempengaruhi pola pikir sebagian warga desa lainnya sehingga cenderung acuh terhadap protokol pencegahan covid-19.
  2. Rasa jenuh menerapkan protokol kesehatan.
  3. Langkah pencegahan covid-19 banyak bertentangan dengan budaya, adat dan tradisi di desa.
  4. Keterbatasan dukungan dana desa karena telah diprioritaskan untuk penyaluran  Bantuan Langsung Tunai (BLT).

Namun menjadi satu kelebihan tersendiri bagi pengendalian penyebaran covid-19 di desa adalah karena faktor karakter masyarakat desa yang cenderung memiliki rasa kepedulian sosial terhadap sesama yang sangat tinggi. 

Sehingga dalam pelaksanaan konsep adaptasi kebiasaan baru di desa, banyak didukung keswadayaan masyarakat.

Karakter masyarakat pedesaan juga cenderung lebih menghargai, menghormati, dan taat terhadap kebijakan yang dikeluarkan pemerintah, walaupun ada pihak-pihak tertentu yang terus menebarkan berita bohong (hoaxs).

Pelaksanaan konsep adaptasi kebiasaan baru di desa secara umum bisa diterapkan dengan lebih baik, didukung faktor karakteristik masyarakat desa yang demikian. Walaupun menggagas sebuah wacana perubahan perilaku masyarakat itu selalu mendatangkan tantangannya yang tersendiri.

Posting Komentar

0 Komentar