KWT Representasi Perempuan Tani Desa | Menjaga Ketahanan Pangan Dimasa Pandemi Corona

Ketika perekonomian desa menjadi lesu, daya beli masyarakat menurun, peluang kerja juga semakin berkurang karena dampak pandemi corona, maka untuk menopang produktifitas masyarakat diperlukan peran dalam menjaga ketahanan dan ketersediaan pangan keluarga.

Kelembagaan KWT (Kelompok Wanita Tani) menjadi representasi bagi perempuan tani di desa. Perannya cukup besar dalam upaya menjaga akses dan ketersediaan pangan di desa. Setidaknya, hasil kegiatannya dapat membantu menopang kebutuhan makanan bagi keluarga.

KWT-representasi-Perempuan-tani-desa


Seperti yang dilakukan KWT Sendang Rejeki yang berdomisili di Sendang, Karangsari, Pengasih, Kulon Progo, Yogyakarta. Kelompok tani yang beranggotakan para perempuan pegiat desa itu, kembali menggiatkan budidaya tanaman sayuran.

Sejak pandemi Covid-19 banyak pembatasan-pembatsan aktifitas masyarakat. Anggota KWT lebih banyak berkegiatan dari rumah, sambil mengelola berbagai tanaman sayuran. .

Kebanyakan budidaya tanaman sayuran yang mereka kembangkan menggunakan media tanam polybag. Tanaman terong, sawi, cabai, bayam, tomat, kacang panjang, menghiasi pekarangan mereka. Sayuran yang dihasilkan kemudian dijual kepada pedagang sayur, ada juga yang dikonsumsi sendiri. Anggota KWT juga memanfaatkan media sosial mereka untuk mempromosikan hasil budidaya sayurannya. 

Peran-KWT-menjaga-ketahanan-pangan-di-desa

Dalam rangka menanggulangi dampak pandemi corona, kegiatan KWT selain membantu penguatan ekonomi keluarga, ternyata juga meningkatkan akses masyarakat terhadap kebutuhan gizi, serta dapat menjaga ketahanan pangan di desa. 

Apalagi dalam masa pandemi ini, masyarakat dituntut untuk menjaga pola makan bergizi seimbang yang sangat bermanfaat bagi meningkatkan imunitas tubuh. Ketersediaan sayuran yang dihasilkan KWT memiliki nilai pemberdayaan masyarakat yang bisa memberi dampak positif, dan multi efect player khusunya dalam hal pemberdayaan perempuan desa.

Keberadaan dan kegiatan-kegiatan KWT nyata mampu menjadi representasi bagi perempuan tani desa yang berketahanan, terus berkarya dan menghasilkan sesuatu yang sangat bermanfaat, baik dalam menopang ekonomi keluarga, menggerakkan pemberdayaan perempuan desa, dan tentunya menguatkan ketahanan pangan di desa dalam menghadapi tantangan pandemi Corona.

Posting Komentar

0 Komentar