Pekan Olahraga Desa PORDES | Hidupkan Budaya Olahraga Di Desa

Dalam rangka mendukung kampanye Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS), Desa Karangsari yang berada di Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta selenggarakan even Pekan Olah Raga Desa. PORDES nyata mampu menghidupkan kembali gairah dan budaya olahraga di tengah masyarakat desa hari ini yang lebih sering menghabiskan waktu bersama gadgetnya. 

Budaya-olahraga-di-desa
Membudayakan Olahraga | Pekan Olah Raga Desa Karangsari

Perilaku Hidup Berih Sehat (PHBS) adalah sekumpulan perilaku yang dipraktikkan atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran yang menjadikan seseorang / keluarga dan masyarakat dapat menolong diri sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan masyarakatnya.

Untuk mencapai tujuan tersebut, Desa Karangsari, Kecamatan Pengasih, Kabupaten Kulon Progo melaksankan berbagai kampanye PHBS dengan memanfaatkan sarana yang ada di desa. Satu hal yang sangat menunjang adalah adanya lembaga KOORDES (Koordinator Olahraga Desa). 

KOORDES bertugas dalam mengkampanyekan salah satu pilar PHBS yakni membudayakan olahraga sebagai aktivitas fisik yang dilakukan warga desa. Even PORDES mampu menyedot perhatian besar masyarakat, sehingga sangat efektif sebagai sarana menghidupkan budaya olahraga di desa. Terutama antusiasme generasi milenial yang sebelumnya cenderung kurang minat berolahraga serta cenderung lebih suka menghabiskan waktu dengan gadgetnya. Dengan even PORDES generasi muda kemudian tertarik untuk berlatih olahraga.

Manfaat & Tujuan Penyelenggaraan PORDES

  1. Membudayakan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) dengan berolahraga 
  2. Menggali potensi dan bakat olahraga di desa.
  3. Memantik swadaya masyarakat dalam pemenuhan sarana prasarana olahraga.
  4. Mempererat tali silaturahmi antara warga desa.
  5. Membudayakan kegiatan olahraga di desa.
  6. Menciptakan ruang kompetisi olahraga yang sehat.
  7. Menghidupkan gotong-royong.
  8. Peran aktif masyarakat dalam pembangunan di desa.

Masyarakat desa bahkan tidak segan-segan mengeluarkan swadaya baik berupa uang, lahan untuk lapangan, maupun untuk pengadaan sarana dan prasarana pertandingan olahraga. 

Budaya gotong royong yang menjadi ciri utama masyarakat pedesaan turut menjadi faktor yang sangat dibutuhkan masyarakat dalam mencukupi kebutuhan sarana dan prasarana olahraga di desa. Misalnya kerjabakti membuat lapangan voli lapangan badminton, iuran dana latihan olahraga, pembelian shuttelcock, bola, raket, bed, lapangan tenis meja dan sebagainya.

Pordes Karangsari mendapat dukungan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa. Pelaku olahraga di desa terlibat dalam perencanaan, pelaksanaan dan pelaporan administrasi kegiatan, sehingga pola pembangunan desa partisispatif bisa diaplikasikan dengan baik dalam kegiatan Pekan Olahraga Desa Karangsari.

Selain dapat menggali potensi dan bakat-bakat atlit olahraga, Pordes juga dapat memantik masyarakat berlatih olahraga. Buktinya setelah penyelenggaraan PORDES kemudian tumbuh sumbur komunitas-komunitas olahraga di desa. Mereka berlatih secara berkala demi meningkatkan kemampuan olahraga. Harapan untuk menjadi yang terbaik dan berprestasi di Pordes menjadi dorongan semangat masyarakat untuk terus berolahraga.
PORDES Karangsari




Posting Komentar

0 Komentar