Kolaborasi BUMDes dan UMKM | Strategi Desa Hadapi Ancaman Resesi

Dalam upaya melawan dampak Pandemi Corona, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) digadang-gadang mampu menguatkan lagi perannya, berkolaborasi dengan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dalam rangka menggerakkan roda perekonomian desa yang terancam isu resesi.


Dampak Ekonomi Pandemi Corona Covid-19

Jangankan ekonomi desa, situasi pandemi corona (Covid-19) memberi tekanan besar kepada kondisi ekonomi global. Negara-negara adikuasa seperti Jerman, Korea Selatan, Singapura, Jepang, Italia bahkan Amerika Serikat pun tak luput dari ancaman resesi ekonomi.

Setidaknya hingga saat ini, posisi Indonesia berada dijajaran negara-negara yang masih mampu bertahan, dengan pertumbuhan ekonomi di atas 1%. Ketahanan ekonomi Indonesia disinyalir karena tak luput dari peran UMKM yang menopang 60,3% PDB Nasional. Bisnis berbasis UMKM memang terbukti lebih mampu bertahan terhadap krisis ekonomi. Performanya telah ditunjukkan tatkala krisis ekonomi yang turut melanda Indonesia, bersamaan waktu dengan gerakan reformasi 17 tahun silam.

Peran UMKM dalam Pembangunan Desa

Kebanyakan UMKM memang memiliki basik usaha yang berada di wilayah desa. Sudah semestinya jika UMKM dapat berkolaborasi dengan Badan Usaha Milik Desa atau biasa disingkat BUMDes. BUMDes sendiri merupakan badan usaha yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki desa, melalui penyertaan modal langsung yang berasal dari kekayaan desa. Keberadaan UMKM dan BUMDes sangat strategis dalam membangun ekonomi desa.

UMKM membuka luas lapangan kerja, sehingga mampu mengurangi laju urbanisasi dan angka pengangguran di desa. Sedangkan sebagian besar produk UMKM sendiri menggunakan sumberdaya yang ada di desa, dengan proses produksi yang memanfaatkan bahan dan sarana prasarana lokal desa. Sehingga keberadaan UMKM sangat penting dalam upaya penguatan ketahanan ekonomi desa. 


Kolaborasi UMKM dan BUMDes

Dalam menggerakkan nadi perekonomian desa, terlebih dengan semakin nyata ancaman resesi, kolaborasi BUMDes dan UMKM menjadi seperti sebuah keharusan. Kerjasama diantara keduanya dapat dituangkan dalam hubungan timbal balik yang saling menguntungkan

1. Kerjasama Permodalan

Dalam situasi krisis, kendala utama yang akan dihadapi UMKM adalah kendala terhadap akses permodalan. Disisi lain, BUMDes memiliki potensi ketersediaan dana yang didapat dari penyertaan modal desa. Dana dikucurkan pemerintah desa melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes).

BUMDesa melalui unit usaha simpan pinjam juga didorong untuk mengeluarkan skema pinjaman yang ramah terhadap UMKM. Sehingga dari kerjasama Permodalan dapat memberikan keuntungan bagi keduanya.

2. Kerjasama Pengembangan Marketing Berbasis Teknologi Informasi

Situasi pandemi membatasi setiap individu untuk keluar rumah melakukan transaksi. Sehingga teknologi informasi bisa menjadi sarana mempertemukan konsumen dan UMKM. BUMDes harus bisa berperan dalam penyediaan Platform Digital, bagi mewadahi seluruh UMKM di desa, sehingga membuka peluang kepada marketplace yang lebih luas.

Pengadaan platform digital sangat mungkin dilakukan BUMDes dengan memanfaatkan sebagian dana penyertaan modal. Sebagian UMKM di desa kini memang telah mulai memanfaatkan teknologi informasi, khusunya media sosial sebagai sarana penjualan produk mereka. Dengan adanya paltform digital yang difasilitasi oleh BUMDes, peluang terjadi transaksi dan target pasar menjadi lebih luas.

Pemanfaatan sumber daya manusia di desa juga dapat dilakukan dalam pengadaan platform digital. Banyaknya warga desa yang bekerja sebagai programmer, baik di perusahaan swasta maupun bekerja di instansi pemerintahan bisa diberdayakan dalam proses pembuatan platform digital. Sehingga hal ini bisa menjadi ladang pengabdian mereka kepada desa tanah kelahirannya.

3. Kerjasama Bidang Penyediaan jasa logistik dan pengiriman Barang


Dalam pengembangan bisnis berbasis online, layanan pengiriman barang yang murah, efisien, dan tetap menjaga kualitas produk UMKM yang akan dikirim kepada pembeli menjadi suatu kebutuhan. Sisi ini selain membuka lapangan kerja baru bagi warga desa, juga menjadi peluang tersendiri bagi Unit Usaha BUMDes yang bergerak di bidang Jasa pengiriman barang dan Unit Usaha Penyedia Jasa Tenaga Kerja. 

Kolaborasi UMKM dan BUMDes akan menguatkan lagi sisi perekonomian desa. Tetapi tentu butuh komitmen semua pihak. Anggota Badan Permusyawaratan Desa, Kepala Desa dan Aparatur desa, Direksi BUMDes dan masyarakat desa, dapat menuangkan komitmen tersebut dalam perencanaan pembangunan desa yang partisipatif. 

Dengan tekad dan komitem pemangku kebijakan di desa yang kuat, Penyertaan modal BUMDes serta perencanaan pembangunan desa secara umum dapat memberi manfaat yang tepat guna, tepat sasaran bagi sebesar-besar kemakmuran warga desa.

Setidaknya dalam situasi yang sulit akibat pandemi corona, UMKM dan BUMDes tetap mampu bertahan dari ancaman resesi, sehingga kedepan perekonomian desa akan menjadi lebih tangguh.



Posting Komentar

0 Komentar