Menguak Mitos Bukit Watu Muruh | Dari Sumber Air Hingga ODGJ

Sebuah bukit kecil yang tertutup oleh rerimbunan pepohonan, dipercaya masyarakat sekitar terdapat berbagai mitos yang tak selalu mudah dibuktikan secara ilmiah.

Warga sekitar menyebut kawasan itu dengan nama Bukit "Watu Muruh". Bukit dengan kontur bebatuan kapur yang tidak terlalu subur tersebut, tampak seperti biasa. Tidak ada yang istimewa, jika dilihat secara kasat mata.


Mitos-odgj-sumber-air-di-Bukit-Watu-Muruh
Mitos Sumber air dan ODGJ di Bukit Watu Muruh | Ilustrasi : Pixabay.com


Asal Mula Nama Bukit 'Watu Muruh'

Dalam bahasa Jawa, kata watu = Batu, sedangkan kata Muruh berasal dari kata Murup yang artinya menyala atau membara. 

Konon, dulu kawasan bukit yang puncaknya memiliki ketinggian di atas rata-rata jika dibanding bukit-bukit disekitarnya tersebut, pada malam-malam tertentu tampak seperti membara. Penampakan seperti api yang berkobar besar tersebut, hanya dapat terlihat dari kejauhan di perbukitan sekitarnya.

Dikisahkan, pernah ada seseorang yang mencoba membuktikan keberadaan kobaran api di Bukit Watu Muruh, ketika itu orang tersebut melihat penampakan kobaran api dari bukit di kejauhan, kemudian ia coba mendatangi sumber api yang tampak memang berada di seputaran kawasan Bukit Watu Muruh. 

Namun sesampainya di sana, suasana kawasan Bukit Watu Muruh begitu gelap nan sunyi, tidak menunjukkan tanda-tanda apapun, sama sekali tidak menemukan tanda bekas kebakaran atau bekas benda terbakar api di tempat itu.

Dari kisah yang konon tidak hanya terjadi sekali itu, kemudian disebutlah nama tempat tersebut Bukit Watu Muruh yang artinya adalah bukit batu yang membara.

Mitos Keberadaan "Sendang" | Sumber Air Di Bawah Bukit Watu Muruh

Fakta bahwa disekeliling Bukit Watu Muruh yang tampak gersang itu terdapat beberapa sumber air, memang terkesan seperti tak lazim. Bahkan beberapa sumber air tersebut tidak pernah surut, walaupun memasuki musim kemarau yang panjang. Salah satu sumber air tersebut diberi nama Sendang Beji. Walaupun debit airnya sedikit, tapi tak pernah habis saat musim kemarau.

Orang-orang atau para pendahulu setempat mengisahkan, bahwa sebenarnya sumber-sumber air di kawasan tersebut hanyalah resapan dari Sendang besar yang konon berada di bawah Kawasan Bukit Watu Muruh. Sendang dalam bahasa Jawa bisa diartikan sebagai sumber air.

Namun keberadaan Sendang atau sumber air Bukit Watu Muruh yang diyakini memiliki debit air yang besar tersebut, hingga saat ini masih menjadi sebuah mitos yang belum terkuak kebenarannya. Belum pernah ada penelitian, atau pengecekan menggunakan peralatan pendeteksi sumber air seperti geo elektrik dan sejenisnya yang dapat memetakan keberadaan sumber air dalam tanah Bukit Watu Muruh.

Cerita Mistis & Fakta ODGJ Di Seputar Bukit Watu Muruh

Kawasan Bukit Watu Muruh memang diselimuti berbagai mitos dan cerita mistis. Dari cerita tentang mitos Goa Ireng, Lembah Gondang, hingga fakta tentang banyaknya ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa) diseputar Bukit Watu Muruh, seolah menambah kesan misteri.

Belum lama ditahun 2020 ini, entah darimana cerita berasal, namun ada yang menuturkan kisah seorang pedagang kayu gelondong yang menanyakan keberadaan kayu jati berdiameter 2m kepada warga setempat. Ia merasa lokasi kayu berada disekitar Kawasan Bukit Watu Muruh.

Pedagang kayu tersebut bermaksud mau membayar/membeli kayu jati berdiameter 2m yang sebelumnya merasa sudah ia survei sendiri bersama seorang misterius yang mengaku sebagai pemilik pohon kayu jati itu. Padahal faktanya keberadaan kayu jati sebesar itu tak pernah wujud di kawasan Bukit Watu Muruh.

Lebih aneh lagi bila melihat fakta bahwa dari 7 rumah yang mengelilingi puncak Bukit Watu Muruh, terdapat 5 rumah yang anggota keluarganya mengalami gangguan jiwa (ODGJ).

Perlu sebuah penelitian untuk bisa menguak mitos bagaimana bisa terjadi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dalam sebuah kawasan tertentu, dalam hal ini Kawasan Bukit Watu Muruh.

Posting Komentar

0 Komentar